Pengertian Vendor

Vendor adalah penjual atau pemasok. Namun vendor memiliki artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga.

Dalam sebuah rantai pemasok atau biasa kita sebut dengan “Supply Chain Management”, hubungan antara pemasok (vendor) dengan sebuah proses pengadaan barang tidak dapat dipisahkan. Rantai ini merupakan jaring yang menghubungkan berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengadakan pengadaan barang (procurement) atau menyalurkan (distribution) barang tersebut secara efisien dan efektif sehingga akan tercipta nilai tambah (value added) bagi produk tersebut.

Jenis-Jenis Vendor


Berdasarkan bentuk material pasokannya, vendor dibagi dua, yaitu

  • Vendor material fabrikasi

 yaitu pemasok barang di mana material yang dipesan harus diproses terlebih dahulu di tempat pemasok sesuai dengan permintaan proyek, misalnya kusen pintu jendela, ready mix, rangka atap baja dan sebagainya.

  • Vendor material non-fabrikasi

yaitu pemasok barang yang menyediakan material bangunan tanpa melalui proses pembuatan khusus di tempat pemasok untuk keperluan proyek, seperti pasir, split, bahan penutup lantai dan sebagainya.

Cara memilih vendor yang tepat sangat diperlukan oleh para pebisnis. Bisnis yang dijalankan biasanya akan berhubungan dengan pihak ketiga yaitu vendor.Vendor sangat dibutuhkan oleh perusahan saat akan melakukan proses produksi dan mencari barang-barang yang tidak diproduksi dipabrik. Barang yang dibeli dari vendor bisa berupa bahan baku, bahan penolong, sparepart, dan bahkan barang setengah jadi.

Dengan memiliki vendor yang tepat dan cekatan, hal ini akan membuat bisnismu menjadi semakin berkembang. Apapun jenis bisnis yang Anda jalankan, kemungkinan besar Anda akan tetap membutuhkan bantuan dari vendor, konsultan, atau pihak ketiga lain untuk mengembangkan bisnis Anda.

Anda mungkin sudah mengetahui produk atau jasa yang Anda butuhkan dari vendor tertentu, tetapi memilih vendor yang tepat tidak bisa dilakukan semudah itu.

Ada beberapa tips tertentu yang bisa membantu Anda dalam melakukan hal tersebut :

  • Membuat outline tujuan

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika memilih vendor adalah menentukan apa sebenarnya tujuanmu dalam menggunakan vendor tersebut. Jika memang tidak terlalu membutuhkan vendor, maka hal tersebut dapat dipertimbangkan lagi. Tulis apa saja yang menjadi masalah Anda agar bisa menentukan kualitas yang dibutuhkan dari vendor. Usahakan untuk membuat outline tujuan sespesifik mungkin. Jika perlu, lakukan meeting dengan tim manajemen dan kepala departemen untuk mengutarakan hal-hal yang menjadi masalah sehingga harus menggunakan jasa vendor sebagai pihak ketiga.

  • Mencari Vendor yang Jujur

Kejujuran adalah kunci utama dari kesuksesan. Cara memilih vendor selanjutnya adalah memilih vendor yang jujur. Jujur yang dimaksud di sini adalah bahwa vendor tersebut tidak hanya janji belaka, namun membuktikannya.

Vendor yang jujur memiliki sikap terbuka terhadap potensi atau kemampuan yang mereka miliki. Selain kemampuan, tanyakan pula pada vendor tentang resources yang mereka gunakan. Vendor yang baik juga akan menjelaskan kepada klien tentang apa yang mereka bisa lakukan dan apa yang mereka tidak bisa lakukan. Di sini, Anda juga harus jujur atau terbuka tentang produk yang Anda butuhkan dan budget yang miliki.

  • Pertimbangkan lamanya komitmen

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu ingin agar orang-orang yang bekerja sama dengan Anda bisa berjalan beriringan. Namun, beberapa kualitas yang Anda prioritaskan dapat berubah tergantung dari tingkat komitmen vendor. Misalnya, jika Anda hanya membutuhkan seseorang untuk memasang perabotan baru di kantor, proses pemilihan vendor tentu akan berbeda dari ketika Anda meminta vendor untuk mendesain seluruh ruangan. Tentukan sejak awal apakah Anda membutuhkan jasa vendor untuk jangka pendek atau panjang. Beberapa vendor mungkin memiliki kinerja yang lebih bagus apabila kontrak kerja sama berlangsung singkat, tetapi ada juga vendor yang mampu memberikan layanan dalam jangka waktu panjang.

  • Referensi keahlian

Menentukan vendor yang tepat juga tidak terlepas dari referensi. Karena, lebih dari sekadar bantuan, vendor mampu memberi sudut pandang dan keahlian baru pada bisnis Anda. Anda memang sangat disarankan untuk menjelaskan segala kebutuhan Anda, tetapi Anda juga harus terbuka terhadap masukan yang diberikan oleh vendor. Dengan begitu, percakapan yang baik akan tercipta dan kerja sama berlangsung lancar. Mintalah referensi kepada rekan atau kerabat yang pernah menggunakan jasa vendor. Itulah beberapa tips untuk memilih vendor yang tepat. Selain kualitas dan layanan yang diberikan, jangan lupa untuk mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh vendor. Karena, harga yang murah bukan berarti kualitas baik. Begitu sebaliknya, dengan harga mahal namun kualitas rendahan.

Oleh:

Lutfia Mila Anggraeni

Leave a Comment